Latar Belakang Perang Georgia – Rusia

Agustus 25, 2008 - Leave a Response

Georgia: Pesan AS, Rusia
Jump to Comments

Sekitar 1000 tentara AS berlatih bersama sekitar 600 tentara Georgia di pangkalan Vaziani, tidak jauh dari ibukota Georgia, Tbilisi. Armenia, Azerbaijan, dan Ukraina turut mengirim delegasi dalam jumlah kecil. Latihan bersama yang diberi kode Immediate Response 2008 tersebut dimulai tanggal 17 Juli 2008 dan berlangsung selama 3 minggu. Biaya kegiatan sebesar US$ 8 juta ditanggung oleh Departemen Pertahanan AS.

Pada saat yang hampir bersamaan, di seberang garis perbatasan Georgia di wilayah Rusia, sekitar 8000 tentara Rusia yang didukung oleh 700 kendaraan tempur dan 30 helikopter menggelar latihan ‘anti-terorisme’ Caucasus 2008.

Beberapa hal menarik untuk dicatat dari fenomena di atas. Pertama, Georgia dan Rusia adalah dua negara bertetangga namun memiliki hubungan yang kurang harmonis. Sejak Revolusi Mawar tahun 2003 yang menurunkan Eduard Shevardnadze–Menteri Luar Negeri era Uni Soviet–dan mendudukkan Mikheil Shaakhasvilli di kursi kepresidenan, Georgia berpaling muka dari Rusia ke Barat (Eropa dan AS). Hal yang membuat Rusia berang. Rusia berkepentingan memiliki negara-negara tetangga di sekelilingnya yang bersahabat dan menyesuaikan kebijakannya, ketimbang mempengaruhi, kebijakan yang dibuat Rusia.

Mengapa? Inti kepentingan Rusia terletak pada masalah keamanan nasionalnya. Rusia adalah sebuah negara besar, memiliki wilayah dan penduduk yang sangat besar, namun tidak memiliki perbatasan alam yang dapat mengamankannya dari serangan musuh yang datang dari luar. Kondisi ini membentuk mentalitas bangsa Rusia menjadi bangsa yang ekspansif. Selalu mengembangkan diri, menduduki daerah-daerah baru di sekelilingnya untuk dijadikan buffer zone.

Bandingkan dengan AS yang negaranya ‘dilindungi’ oleh alam berupa lautan luas dan negara-negara tetangga yang kemampuan militernya jauh di bawahnya.

Di mata Rusia, Georgia yang bersekutu dengan Barat merupakan potensi ancaman terhadap keamanan nasional Rusia. Potensi ancaman itu berada tepat di depan pintu.

Kedua, Georgia memiliki dua propinsi yang ingin melepaskan diri dan menjadi negara merdeka: Abkhazia dan Ossetia Selatan (OS). Upaya keduanya memerdekakan diri tidak berhasil mendapatkan pengakuan internasional. Namun mereka mendapat dukungan dari Rusia—meski bukan dalam bentuk pengakuan kemerdekaan.

Peran Rusia dalam masalah Abkhazia dan OS resminya adalah sebagai pihak yang membantu mencari penyelesaian damai. Rusia bertindak sebagai perantara atau penghubung antara pihak Abkhazia dan OS dengan pemerintah Georgia. Namun dalam kenyataannya, tidak jarang pemerintah Rusia secara terang-benderang membantu pihak yang ingin melepaskan diri ini. Contohnya, pemerintah Rusia memberikan kewarganegaraan dan passport Rusia kepada warga Abkhazia. Alasannya, agar mereka dapat melakukan perjalanan ke luar wilayah Abkhazia. Hal ini dikarenakan pemerintah Georgia menolak memberikan passport kepada warga Abkhazia itu.

Contoh lain, pesawat-pesawat tempur Rusia beberapa kali melakukan penerbangan di atas daerah-daerah konflik tersebut. Hal itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan wilayah udara Georgia.

Dengan latar belakang tersebut, muncul spekulasi bahwa Immediate Response 2008 merupakan bagian dari keinginan Georgia menyelesaikan masalah dalam negerinya dengan menggandeng AS. Tujuannya tidak lain agar Rusia tidak berani ikut campur. Di mata Georgia, Rusia menjadi bagian dari persoalan, bukan bagian dari solusi.

Ketiga, Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin berhasil bangkit menjadi kekuatan global di bidang ekonomi dan militer. Keuntungannya yang melimpah dari minyak, dimanfaatkan untuk memperkuat militernya. Rusia kembali memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mengatakan ‘jangan main-main denganku ’, terutama di saat kepentingan strategisnya terganggu.

Pengganti Putin, Dmitri Medvedev (baru berusia 42 tahun saat dilantik sebagai Presiden Federasi Rusia—lahir 14 September 1965!) mengunjungi Azerbaijan, Turkmenistan, dan Kazakhstan sebelum menghadiri KTT G-8 tanggal 7-9 Juli 2008 di Hokkaido, Jepang. Tujuan turnya ke Asia Tengah adalah untuk memperkuat kerjasama energy. Azerbaijan, Turkmenistan dan Kazakhstan merupakan negara-negara penghasil minyak dan gas yang berada di ‘halaman rumah’ Rusia di pinggir Laut Kaspia.

Apa signifikansi kunjungan tersebut? Kawasan L. Kaspia menyimpan sumber energy yang sangat besar. Konon kawasan ini merupakan penyimpan kandungan minyak dan gas paling penting setelah Timur Tengah. Kunjungan Medvedev tersebut merupakan pesan dari Rusia kepada para pemimpin G-8 lain bahwa Rusia memiliki kontrol atas kawasan strategis tersebut. Rusia memiliki kerjasama dengan negara-negara di kawasan tersebut yang jauh lebih maju dibanding yang dimiliki oleh negara-negara G-8 lain.

Kegiatan Rusia memperkuat kembali pengaruhnya di negara-negara bekas Uni Soviet ini tak mendapat imbangan dari AS. Kenapa? Karena AS disibukkan dengan persoalannya di Irak dan Afghanistan. AS tidak memiliki kemampuan untuk dalam waktu bersamaan melakukan aksi yang berarti untuk mengimbangi penguatan Rusia di repubik-republik Asia Tengah di tepi L. Kaspia ini.

Itulah pesan yang diberikan Rusia melalui Caucasus 2008. Bahwa saat ini Rusia telah lebih kuat dan siap untuk menjadi ‘tuan’ di ‘halaman rumahnya’ sendiri. Persoalan-persoalan yang terjadi di kawasan ini penyelesaiannya harus secara, atau setidaknya melibatkan, Rusia. Sekali lagi, ini adalah perwujudan dari mentalitas mencari buffer zone.

Sementara itu, saat ini AS sedang menumpahkan sumber-sumber yang dimilikinya untuk memenangkan perang di Irak dan Afghanistan. Kemampuan militer AS menipis. Di samping itu, kenyataannya AS berada jauh untuk datang membantu Georgia. Sedangkan Rusia berada tepat di sebelah garis perbatasan. Rusia akan membutuhkan waktu jauh lebih singkat untuk menyiapkan militernya menghadapi Georgia. Bantuan militer AS akan datang sangat terlambat dan tidak ada guna.

Skala latihan militer yang jauh lebih besar dalam Caucasus 2008 dibanding Immediate Response 2008 menunjukkan keseriusan Rusia menyampaikan pesan ini. Rusia tidak ingin pesannya meleset diartikan. Rusia tidak ingin lagi dipermalukan, dianggap enteng oleh rivalnya dalam era Perang Dingin.

Melalui Immediate Response 2008 dan Caucasus 2008 pesan sudah disampaikan kepada pihak-pihak yang diinginkan. Pertanyaannya, apakah pesan itu mendapatkan perhatian? Bagaimana menurut Anda?

Foto: Reuters (www.daylife.com)

Chelsea Sepakat Pinjamkan Shevchenko ke Milan Besok, Shevchenko Sudah Berkostum Milan

Agustus 20, 2008 - Leave a Response

MILAN, RABU – Kisah transfer Andrei Shevchenko sudah mendekati titik terang. Menurut laporan Gazzetta dello Sport, striker Chelsea tersebut paling lambat hari Jumat (22/8) sudah meninggalkan Stamford Bridge untuk bergabung dengan AC Milan dengan status pemain pinjaman selama satu tahun.

Sebenarnya, sejak awal bursa transfer musim panas ini Sheva–panggilan Shevchenko–sudah dihubung-hubungkan dengan Milan yang merupakan bekas klubnya. Namun, proses transfer tak kunjung terwujud karena Chelsea tak mau melepaskan pemain asal Ukraina tersebut.

Tetapi, Rossoneri yang sedang krisis striker tak patah semangat. Mereka terus menggedor pintu transfer di Stamford Bridge agar Chelsea mau membukanya. Alhasil, kesempatan tersebut datang juga.

Pada hari Kami pekan lalu, pemilik Chelsea, Roman Abramovich dan presiden Milan, Silvio Berlusconi, melakukan pertemuan. Dan, pembicaraan di Villa Certosa di Sardinia itu menghasilkan sebuah kesepatan bahwa Sheva akan pindah ke San Siro.

Transfer tersebut akan selesai besok atau paling lambat hari Jumat nanti. Meskipun demikian, Chelsea tetap punya kewajiban untuk membayar gaji mantan pemain Dinamo Kiev tersebut sebesar 6,5 juta euro (sekitar Rp 88,699 miliar).

Memang, Milan sangat membutuhkan tenaga Sheva. Pasalnya, Rossoneri hanya mempunyai satu striker yang siap pakai, yakni pemain muda berusia 18 tahun, Alberto Paloschi.

Beberapa pemain andalannya sedang menghadapi masalah sehingga tak bisa tampil dalam waktu dekat ini. Ronaldinho dan Alexandre Pato sedang memperkuat timnas Brasil di pentas Olimpiade Beijing 2008, Kaka dalam proses penyembuhan dari operasi lutut, Marco Borriello cedera dan Filippo Inzaghi sedang memulihkan stamina.

Lantaran hanya mengandalkan Paloschi yang minim pengalaman, Milan terpaksa kembali ke bursa transfer untuk menggaet striker.  Dalam waktu yang singkat ini–bursa transfer akan ditutup pada 31 Agustus–, Milan memilih untuk memanggil Sheva.

Ada alasan kuat mengapa Milan mengincar striker berusia 32 tahun tersebut. Selain karena tempatnya di Stamford Bridge tak terlalu nyaman lantaran The Blues punya banyak pilihan di sektor depan, Milan sudah mengetahui kualitas Sheva yang pernah mengenyam kesuksesan selama tujuh musim berkostum Rossoneri.

Ya, sejak merumput di San Siro dari tahun 1999 hingga 2006, Sheva sangat produktif. Dia mengemas 127 gol selama memperkuat Milan di 208 pertandingan, sebelum digaet Chelsea pada musim 2006 dengan harga 45 juta euro (sekitar Rp 614,008 miliar).

Sayang, pemain yang memecahkan rekor transfer di Inggris pada tahun tersebut gagal menampilkan permainan memukau. Dia pun tersingkir dari skuad utama The Blues dan hanya menjadi “pelengkap”.

Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi RI

Agustus 18, 2008 - 2 Tanggapan

Oleh Ihsan Tandjung

Tidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia. Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan. Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi sejarah tersebut menyangkut pembacaan teks proklamasi yang setiap tahun dibacakan dalam upacara kenegaraan.

Dalam penjelasan ensiklopedia bebas wikipedia, naskah proklamasi ditulis tahun 05 karena sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.
Berikut isi teks proklamasi yang disusun oleh duet Soekarno-Hatta:

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Teks tersebut merupakan hasil ketikan Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.

Proklamasi kemerdekaan itu diumumkan di rumah Bung Karno, jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada 17 Agustus 1945, hari Jum’at, bulan Ramadhan, pukul 10.00 pagi.

Kritik KH Firdaus AN terhadap teks Proklamasi di atas:

1. Teks Proklamasi seperti tersebut di atas jelas melanggar konsensus, atau kesepakatan bersama yang telah ditetapkan oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 22 Juni 1945.

2. Yang ditetapkan pada 22 Juni 1945 itu ialah, bahwa teks Piagam Jakarta harus dijadikan sebagai Teks Proklamasi atau Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.

3. Alasan atau dalih Bung Hatta seperti diceritakan dalam bukunya Sekitar Proklamasi hal. 49, bahwa pada malam tanggal 16 Agustus 1945 itu, ‘Tidak seorang di antara kami yang mempunyai teks yang resmi yang dibuat pada tanggal 22 Juni 1945, yang sekarang disebut Piagam Jakarta, ‘ tidak dapat diterima, karena telah melanggar kaidah-kaidah sejarah yang harus dijunjung tinggi. Mengapa mereka tidak mengambil teks yang resmi itu di rumah beliau di Jl. Diponegoro yang jaraknya cukup dekat, tidak sampai dua menit perjalanan? Mengapa mereka bisa ke rumah Mayjend.
Nisimura, penguasa Jepang yang telah menyerah dan menyempatkan diri untuk bicara cukup lama malam itu, tapi untuk mengambil teks Proklamasi yang resmi dan telah disiapkan sejak dua bulan sebelumnya mereka tidak mau? Sungguh tidak masuk akal jika esok pagi Proklamasi akan diumumkan,
jam dua malam masih belum ada teksnya. Dan akhirnya teks itu harus dibuat terburu-buru, ditulis tangan dan penuh dengan coretan,
seolah-olah Proklamasi yang amat penting bagi sejarah suatu bangsa itu dibuat terburu-buru tanpa persiapan yang matang!

4. Teks Proklamasi itu bukan hanya ditandatangani oleh 2 (dua)
orang tokoh nasional (Soekarno-Hatta), tetapi harus ditanda-tangani oleh 9 (sembilan) orang tokoh seperti dicantum dalam Piagam Jakarta. Keluar dan menyimpang dari ketentuan tersebut tadi adalah manipulasi dan penyimpangan sejarah yang mestinya harus dihindari. Teks itu tidak otentik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Deklarasi Kemerdekaan Amerika saja ditandatangani oleh lebih dari 5 (lima) orang tokoh.

5. Teks Proklamasi itu terlalu pendek, hanya terdiri dari dua alinea yang sangat ringkas dan hampa, tidak aspiratif. Ya, tidak mencerminkan aspirasi bangsa Indonesia; tidak mencerminkan cita-cita yang dianut oleh golongan terbesar bangsa ini, yakni para penganut agama Islam. Tak heran banyak pemuda yang menolak teks Proklamasi yang dipandang gegabah itu. Tak ada di dunia, teks Proklamasi atau deklarasi kemerdekaan yang tidak mencerminkan aspirasi bangsanya. Teks Proklamasi itu manipulatif dan merupakan distorsi sejarah, karena tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Dalam sejarah tak ada kata maaf, karena itu harus diluruskan kembali teks Proklamasi yang asli. Adapun teks Proklamasi yang otentik, yang telah disepakati bersama oleh BPUPKI pada 22 Juni 1945 itu sesuai dengan teks atau lafal Piagam Jakarta.
Jelasnya, teks proklamasi itu haruslah berbunyi seperti di bawah ini:

PROKLAMASI

Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan didorong oleh keinginan luhur,
supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia, yang melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jakarta, 22 Juni 1945

Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo, Abikusno Tjokrosujoso, A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, KH.
Wahid Hasjim, Mr. Muh Yamin.

KH Firdaus AN mengusulkan supaya dilakukan koreksi sejarah. Untuk selanjutnya, demi menghormati musyawarah BPUPKI yang telah bekerja keras mempersiapkan usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, maka semestinya pada setiap peringatan kemerdekaan RI tidak lagi dibacakan teks proklamasi ”darurat” susunan BK-Hatta. Hendaknya kembali kepada orisinalitas teks proklamasi yang otentik seperti tercantum dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945 di atas.

Benarlah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang mensinyalir bahwa dekadensi ummat terjadi secara gradual. Didahului pertama kali oleh terurainya ikatan Islam berupa simpul hukum (aspek kehidupan sosial-kenegaraan). Tanpa kecuali ini pula yang menimpa negeri ini. Semenjak sebagian founding fathers negeri ini tidak berlaku ”amanah” sejak hari pertama memproklamirkan kemerdekaan maka diikuti dengan terurainya ikatan Islam lainnya sehingga dewasa ini kita lihat begitu banyak orang bahkan terang-terangan meninggalkan kewajiban sholat. Mereka telah mencoret kata-kata ”syariat Islam” dari teks proklamasi. Bahkan dalam teks proklamasi ”darurat” tersebut nama Allah ta’aala saja tidak dicantumkan, padahal dibacakan di bulan suci Ramadhan..! Seolah kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia tidak ada kaitan dengan pertolongan Allah ta’aala…!

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ

“Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat.” (HR Ahmad 45/134)

Seandainya saya Arsene Wenger……….

Agustus 15, 2008 - 3 Tanggapan

Pelatih Arsenal Arsene Wenger kembali mengecam tindakan klub-klub besar di bursa transfer. Menurutnya, klub besar tersebut harus bisa menghormati kontrak setiap pemain.

Wajar jika Wenger sangat vokal atas masalah ini. Pasalnya, Arsenal memang menjadi klub yang paling banyak ditinggalkan pemainnya karena terbujuk rayuan gaji tinggi dari klub-klub besar, meskipun kontrak pemain itu belum habis.

“Ada suatu permainan di Eropa, dimana klub-klub besar dengan mudahnya merekrut pemain kami dengan iming-iming gaji tinggi. Klub-klub besar tersebut juga tak lagi mengindahkan kontrak seorang pemain yang mengikatnya di suatu klub,” keluh Wenger.

Mungkinkah kekesalan Arsene bersumber pada ketidakmampuannya mengalahkan dominasi Tim-tim sekaliber Mu dan Chelsea yang masih mendominasi EPL dan kegagalan  di kancah eropa?

Seandainya anda menjadi Arsene Wenger,apa yang akan anda lakukan???

Pemerintah Terbitkan Sukuk Berbasis Syariah

Agustus 15, 2008 - Satu Tanggapan
Jumat, 15 Agustus 2008 | 05:46 WIB

JAKARTA, KAMIS – Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen Keuangan, menerbitkan sukuk negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Penerbitan sukuk negara ini untuk membiayai APBN dan pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia.

Hal itu disampaikan Rahmat Waluyanto, Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, kepada wartawan pada public expose di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (14/8).

“Penerbitan sukuk negara untuk memperbanyak keragaman instrumen pembiayaan bagi negara. Kita menerbitkan SBSN karena kebutuhan pembiayaan APBN makin tinggi. Sebab, bukan sekadar menutup defisit anggaran, tapi juga untuk mendukung proyek pembangunan di Indonesia,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, tergiurnya pemerintah menerbitkan sukuk negara, karena pasar uang berbasis syariah sedang naik daun. Sementara pasokan produk ke pasar masih sangat terbatas. Sukuk negara yang diterbitkan Departemen Keuangan merupakan kali pertama di Indonesia.

Sebenarnya, lanjut Rahmat, rencana pemerintah menerbitkan sukuk negara sudah sejak tahun 2002. Namun, tidak terealisasi karena belum ada peraturan yang mengaturnya. Atas dasar itulah Departemen Keuangan bersama DPR menerbitkan UU No 19/2008 tentang SBSN.

“UU memberikan landasan bagi pengelolaan SBSN secara transparan dan akuntabel. Dalam penerbitan SBSN kita juga diwajibkan berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Bappenas,” kata Rahmat, yang didampingi direksi agen penjualan sukuk itu.

Nilai sukuk negara yang hendak diterbitkan adalah Rp 5 triliun, dengan jaminan aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp 18,3 triliun. Sukuk ini dipasarkan secara terbuka bagi investor asing dan lokal. Masa penawaran dimulai 15-21 Agustus 2008 dan nilai nominal Rp 1 juta/unit (lihat tabel). Penerbitan SBSN ini telah mendapat pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional.

“Menurut informasi agen penjual, investor asing cukup banyak yang berminat. Kami juga berharap investor lokal juga demikian,” tandas Rahmat.

Selanjutnya, sukuk negara akan diterbitkan secara regular. Kata Rahmat, hal ini dilakukan untuk memberi kepastian kepada investor supaya merasa nyaman berinvestasi sukuk negara.

Berkesinambungan
Untuk membatasi jumlah investor asing dan lokal, lanjut Rahmat, sampai saat ini belum diatur secara rigid. Penjualan diserahkan sepenuhnya kepada tiga agen penjualan yakni Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Securities. “Supaya investor dalam negeri banyak yang membeli, kami akan memperkuat basis investor lokal itu. Ini sebagai bentuk antisipasi dominasi investor asing,” katanya.

Masih kata Rahmat, untuk menjaga pengembangan instrumen syariah ini, pemerintah akan menjaga kepercayaan investor melalui penerbitan Sukuk secara berkesinambungan dan bersama otoritas pasar modal mengembangkan infrastruktur perdagangan di-secondary market.

Selayang Pandang SBSN
* Masa penawaran 15-21 Agustus 2008
* Penjatahan 22 Agustus 2008
* Penyediaan dana di subregistry 25 Agustus
* Setlement 26 Agustus
* Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 27 Agustus 2008
* Waktu jatuh tempo 7 tahun-10 tahun
* Imbalan berupa sewa yang jumlah pembayarannya bersifat tetap (fixed coupon)

Daftar Pencarian Orang

Agustus 15, 2008 - Satu Tanggapan

Dibawah ini adalah foto dari Nuzul Iman,tersangka kasus SOTOMIE.Bagi asiapapun yang bertemu, menagkap dan melaporkannya disediakan imbalan 5 juta dolar azerbaijan ( 500 perak )

Surat Dari Ibu Yang Terkoyak Hatinya

Agustus 15, 2008 - Leave a Response

Anaku….
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Anakku…
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku..
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku…
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…

Anakku…
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.

Anakku…
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayag dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ….. Ingatlah…. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.

Anakku…
Allah berfirman: “Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal” [Yusuf : 111]

Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.

oleh: aynur rofiq c.a.

KORUPSI di PUBLIC SERVICE

Agustus 15, 2008 - Leave a Response

Pengamat masalah kebijakan publik dan Universitas Indonesia (UI) Andrinof A. Chaniago menyambut baik rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membidik para koruptor di sektor pelayanan publik karena dampak negatifnya yang cukup tinggi.

“Walau korupsi di pelayanan publik satuannya sangat kecil, namun berdampak negatif cukup tinggi. Pelayanan publik yang dikorupsi secara langsung sangat merugikan masyarakat,” katanya di Depok, Rabu.

Menurut dosen kebijakan publik pada Program Pasca Sarjana Ilmu Politik FISIP UI tersebut, pengawasan korupsi tersebut bisa dimulai dari pada institusi perizinan-pcr-izinan yang ada di pemerintah daerah, atau pun di Badan Pertanahan Nasional.

“KPK bisa secepatnya mengawasi sektor layanan publik tersebut, sehingga ” masyarakat yang ingin mengurus perizinan bisa menjadi lebih mudah tanpa dipungut biaya macam-macam,” kata peneliti senior The Habibie Center tersebut.

Ia mengharapkan pengawasan oleh KPK tersebut akan mengubah perilaku para birokrat yang selama ini sering menimbulkan biaya yang tidak seharusnya pada masyarakat menjadi pelayanan yang murah.

Biaya yang murah itu, lanjut dia, akan timbul bukan saja dari biaya adminitratif untuk memperoleh pelayanan, tetapi juga dari pengurangan pengorbanan waktu, tenaga dan tekanan psikis bagi warga negara dalam mendapatkan pelayanan publik.

Sementara itu, Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Nanang Is-muhartoyo, mengatakan, KPK perlu melibatkan jaringan dari berbagai elemen di daerah agar pengawasan terhadap pelayanan publik dapat dilakukan secara optimal.

“Tidak mungkin KPK bisa bekerja sendiri karena banyaknya ragam layanan publik yang perlu diawasi, sehingga perlu dibantu jaringan dari berbagai elemen di daerah,” kata Nanang Ismuhartoyo, Rabu.

Ia mengatakan KPK bisa menggandeng atau melibatkan Indonesia Corruption Watch (ICW) misalnya, atau institusi lain termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki jaringan di daerah.

Dengan demikian, pengawasan terhadap pelayanan publik memberi dampak yang positif dan signifikan bagi upaya pemberantasan korupsi.

Mengenai prioritas pengawasan, mcnurut dia, KPK harus melakukan pemetaan terhadap pelayanan publik yang diduga menjadi “lahan” korupsi maupun pungutan liar (pungli) termasuk di daerah, seperti uji KIR kendaraan angkutan umum, pelayanan imigrasi, pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB), dan pengurusan surat izin mengemudi (SIM).

“Khususnya pengurusan uji KIR kendaraan angkutan umum, ini perlu diawasi secara ketat karena menyangkut keselamatan manusia,” katanya.

Nanang mengatakan rencana KPK melakukan pengawasan pelayanan publik juga perlu mempertimbangkan spesifikasi di setiap daerah. Artinya, setiap daerah tentu memiliki spesifikasi yang berbeda dengan daerah lain.

Ketua KPK Antasari Azhar mengatakan bahwa pihaknya akan mulai membidik para koruptor di sektor pelayanan publik guna menciptakan pelayanan masyarakat yang bebas dan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKK). “Dari awal kita sudah masuk ke situ (layanan publik),” katanya.

Antasari menyebut banyak pihak yang mence-moohnya karena mengurusi masalah sepele seperti pungutan liar (pungli) di sekolah, tapi ia menyatakan tidak peduli.***

By:rizal ws dari kpk.go.id

Jelang Liga Inggris MU Andalkan Fans untuk Pertahankan Gelar

Agustus 15, 2008 - Satu Tanggapan

Manchester – Peran suporter dalam sebuah klub sangatlah vital. Mereka bisa menjadi pendongkrak semangat jika tim tengah berlaga. Bagi Manchester United, fans juga bisa menjadi jalan untuk mempertahankan gelar.

Musim lalu MU berhasil meraih titel ke-17 mereka di Liga Inggris, yang juga merupakan gelar ke-10 dalam 16 tahun terakhir. raihan tersebut juga menjadikan mereka penguasa Liga Inggris untuk dua musim berturut-turut.

Siapa yang pantas mendapat pujian atas keberhasilan tersebut? Sir Alex Ferguson sebagai peracik strategi mungkin patut mendapatkannya. Namun, saja tentu yang tak dapat dipinggirkan adalah kontribusi seluruh skuad di lapangan.

Kalau mau tambahan daftar lagi para suporter “Setan Merah” patut untuk disebut. Nemanja Vidic mengatakan dukungan fans MU sangat fantastis sehingga para pemain terpacu untuk selalu meraih kemenangan. Ujung-ujungnya, jika kemenangan demi kemenangan diraih, titel juara pun bakal mengikuti.

“Dukungan bagi kami sangat luar biasa. Dalam beberapa pertandingan, adalah para fans yang menentukan hasil akhir pertandingan,” tandasnya di situs resmi MU.

“Kami selalu mendapatkan dukungan yang fantastis di laga tandang. Ketika bermain di Old Trafford, mereka juga memberikan tekanan kepada lawan. Mereka membuatnya menjadi sangat intimidatif bagi tim lain.”

Bek asal Serbia itu pun berharap fans MU akan sama luar biasanya musim ini yang imbasnya bisa membantu mereka mempertahankan gelar juara. “Fans kami sangat luar biasa, saya harap mereka juga akan sama vokalnya musim ini,” pungkasnya. BY:Rizal ws dari beritabola.com 15 Agustus 2008

Jubah Menghilang Segera Menjadi Kenyataan

Agustus 15, 2008 - Leave a Response

Keajaiban jubah milik Harry Potter yang dapat membuat pemakainya tak kelihatan telah menjadi kenyataan. Para ilmuwan telah mengembangkan metamaterial, material pintar yang akan mengarahkan setiap cahaya yang jatuh agar mengelilingi objek yang diselimutinya. Hal tersebut menyebabkan objek yang ada di balik jubah tak terlihat.

Untuk pertama kalinya, para peneliti di Universitas California Berkeley, AS membuat material tersebut dalam struktur tiga dimensi. Artinya, material tersebut kini sudah dapat dipakai untuk membuat jubah menghilang layaknya mirip Harry Potter untuk menyusuri lorong-lorong Hogwarts tanpa diketahui orang-orang di sekitarnya.

“Dengan demonstrasi langsung dan elegan ini meningkatkan kemampuan kami untuk mengendalikan dan mengarahkan cahaya sebaik-baiknya,” demikain kesimpulan hasil penelitian Xiang Zhang dan timnya yang akan dimuat dalam jurnal Nature dan Science edisi terbaru.

Material-material serupa yang dikembangkan sebelumnya baru sanggup dibuat dalam struktur dua dimensi yang sangat tipis dan hanya dapat dibuktikan melalui pada riset laboratorium. Tim peneliti lainnya sebelumnya menggunakan plasmons yang mengandung partikel-partikel bermuatan listrik di permukaan logam untuk menyerap cahaya yang jatuh.

Metamaterial yang dikembangkan di Universitas California membiarkan gelombang radio dan cahaya yang mengenainya untuk terus mengalir seperti aliran air di sekitar batuan yang menonjol di permukaan sungai. Material ini merupakan campuran logam dan keramik, teflon, atau serat komposit.

Cara kerjanya lebih canggih daripada teknologi pesawat siluman yang juga membelokkan gelombang ke sudut yang lebar sehingga sulit dikenali radar. Metamaterial membuat cahaya yang jatuh di atasnya selalu dibelokkan sehingga tak pernah memantul. Sebab, sesuai hukum fisika benda hanya terlihat oleh mata jika terdapat cahaya yang dipantulkan benda dan jatuh ke retina mata.

“Material tersebut dapat mengubah penjalaran gelombang elektromagnetik sehingga menghasilkan pantulan ke arah berlawanan,” tulis para peneliti. Material tersebut telah direkayasa sehingga strukturnya memiliki sifat optis yang tidak ditemukan secara alami.

Cahaya tampak hanya salah satu gelombang yang dapat dikendalikan. Jika gelombang elektromagnetik, gelombang radio, inframerah dan sinar X juga dapat dikendalikan, teknologi tersebut sangat berguna untuk berbagai aplikasi dalam bidang teknologi informasi, kedokteran, hingga militer.

By:rizal ws disadur dari kompas.com Senin, 11 Agustus 2008  22:46 WIB